PEMBENTUKAN DISAKARIDA DAN POLISAKARIDA
Disakarida
Disakarida atau biosa merupakan senyawa karbohidrat yang terbentuk
ketika dua monosakarida mengalami
reaksi kondensasi yang melibatkan terlepasnya suatu molekul kecil,
seperti air, dari bagian
gugus fungsi saja. Seperti monosakarida, disakarida membentuk larutan dalam
air. Tiga senyawa disakarida paling umum adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa.
Disakarida terdiri atas dua monosakarida yang dihubungkan oleh suatu
ikatan glikosidik, ikatan kovalen yang terbentuk antara dua monosakarida
melalui reaksi dehidrasi, misalnya maltosa merupakan suatu disakarida yang
dibentuk melalui penyatuan dua molekul glukosa. Juga dikenal sebagai gula
malto. Maltosa merupakan bahan untuk pembuatan bir. Laktosa, gula yang
ditemukan dalam susu, merupakan disakarida lain, yang terdiri atas sebuah
molekul glukosa yang berikatan dengan sebuah molekul galaktosa. Disakarida yang
paling banyak di alam adalah sukrosa, yaitu gula yang sehari – hari kita
konsumsi. Kedua monomernya adalah glukosa dan fruktosa. Tumbuhan organ
nonfotosintetik lainnya dalam bentuk sukrosa.
Berikut ini beberapa disakarida
yang banyak terdapat di alam:
1. Laktosa
Laktosa
adalah jenis disakarida yang merupakan gabungan dari dua unit monosakrida yang
berbeda yaitu merupakan karbohidrat dari susu mamalia yang terdiri dari
D-galaktosa dan D-glukosa (gambar 2). Dalam disakarida ini, ikatan glikosidik
antara C-1 anomerik dari β-D-galaktosa dan C-4 non-anomerik dari D-glukosa
merupakan β-(1,4).
Laktosa
bersifat reduksi dengan struktur cincin. Laktosa banyak ditemukan dalam susu
yaitu sekitar 40 persennya sehingga laktosa sering disebut dengan gula susu.
Laktosa dapat difermentasi oleh bakteri streptococcus laktis menjadi
asam laktat. Selain itu juga jika lakatosa ini dipanaskan sampai suhu 175oC
akan berbentuk laktokaramel.
Struktur Laktosa
2. Sukrosa
Sukrosa
adalah disakarida yang dibentuk dari unit monosakarida yang berbeda yaitu
antara satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. Antara kedua
unitmonosakarida tersebut diikat dengan ikatan α-1, β-2 glikosida.
Sukrosa tidak mempunyai sifat reduksi karena sukrosa dibentuk dari gugus
reduksi masing-masing unit monosakrida penyusunnya. Sukrosa banyak ditemukan
dalam tanaman. Sumber yang kaya sukrosa adalah tebu, bit, dan wortel. Hasil
samping pengekstrasi sukrosa baik dari tebu ataupun bit adalah molase. Molase
ini berwarna gelap, cairannya pekat (20 - 30 persen), dan dengan proses
kristalisasi tidak dapat diubah lebih lanjut menjadi sukrosa karena adanya gula
reduksi dan kotoran non
gula.
Sukrosa
(gula meja) terdapat dalam tumbuh-tumbuhan, dimana mereka disintesis dari
D-glukosa dan D-fruktosa (gambar 3). Suatu ikatan glikosidik anatara C-1
anomerik dari α-D-glukosa dan C-2 anomerik dari β-D- fruktosa
menghubungkan kedua monosakarida melalui suatu jembatan oksigen, menghasilkan
suatu ikatan α-(1,2)
Struktur Sukrosa
3. Maltosa
Maltosa
adalah disakarida yang dibentuk dari dua unit monosakrida yang sama yaitu
glukosa. Antar unit glukosa tersebut diikat dengan ikatan α-1,4 glikosida.
Maltosa
adalah gula reduksi dan larut dalam air. Maltosa jarang ditemukan dalam bentuk
bebas di alam. Maltosa hanya ditemukan dari hasil degradasi pati oleh enzim
atau hasil proses pengekstrasi sukrosa. Pada proses pembentukan ber dari
kecambah barley (sejenis biji-bijian), terjadi proses degradasi pati menjadi maltosa
oleh enzim amilase.
Maltosa
(gambar dibawah) dan selobiosa (gambar dibawah) merupakan dua disakarida yang
tidak terdapat secara alamiah tetapi secara komersial masing-masing merupakan
produk degradasi dari zat tepung dan selulosa.
Struktur Maltosa
Klasifikasi
Ada dua jenis disakarida:
·
disakarida reduktor (reducing
disaccharides), di mana satu monosakarida, gula reduktor, masih mempunyai
satu gugushemiasetal bebas.
Contoh: selobiosa dan maltosa
·
disakarida non-reduktor, di mana
komponen-komponennya terikat melalui suatu ikatan asetal antara pusat-pusat
anomeriknya dan tidak ada monosakarida yang mempunyai gugus hemiasetal bebas.
Contoh: sukrosa dan trehalosa
Pembentukan
Disakarida
terbentuk ketika dua monosakarida bergabung
dan satu molekul air dilepaskan, suatu proses yang dikenal sebagai reaksi dehidrasi. Misalnya,
gula susu (milk sugar), laktosa, terbentuk
dari glukosa dan galaktosa, sedangkan
gula tebu (sugar cane) dan gula bit (sugar beet), sukrosa, terbentuk
dari glukosa dan fructose. Maltosa, suatu
disakarida terkenal yang lain, terbentuk dari dua molekul glukosa. Dua monosakarida itu
terikat melalui suatu reaksi dehidrasi, juga disebut reaksi kondensasi atau
sintesis dehidrasi (dehydration synthesis), yang menghasilkan
terlepasnya suatu molekul air dan pembentukan ikatan glikosidik.
Sifat
Ikatan
glikosidik dapat terbentuk antara suatu gugus hidroksil manapun pada komponen
monosakarida. Jadi, meskipun kedua komponen gula sama
(misalnya, glukosa), dapat
terjadi kombinasi ikatan yang beragam baik secara lokasi (regiochemistry) dan
ruang (stereokimia, seperti alfa- atau beta-)
sehingga dihasilkan disakarida yang merupakandiastereoisomer dengan
sifat-sifat kimia dan fisika yang berbeda.
Tergantung dari
komponen monosakarida pembentuknya,
disakarida kadangkala berbentuk kristal, kadangkala larut dalam air, kadangkala
berasa manis dan terasa lengket.
Peran Disakarida dalam Kesehatan
Manusia
Terlalu banyak disakarida menyebabkan lonjakan gula darah
dan menyebabkan penyakit yang disebut “Diabetes”. Namun, beberapa jenis disakarida
yang digunakan karena mereka menyebabkan lonjakan gula darah lebih sedikit dan
lebih disukai oleh pasien ‘diabetes tipe 2 ‘ . mis, Maltosa. Sementara molekul
glukosa masih ada, mereka cenderung menciptakan lonjakan kurang dari kadar gula
darah dan diserap ke dalam tubuh lebih mudah daripada gula meja biasa. Tapi,
terlalu banyak dari disakarida yang lebih aman ini dapat menyebabkan diare.
Disakarida umum
|
Disakarida
|
Unit 1
|
Unit 2
|
Ikatan
|
|
Sukrosa ("gula pasir", "gula tebu",
atau sakarosa) |
α(1→2)β
|
||
|
fruktosa
|
β(1→4)
|
||
|
Laktosa ("gula susu")
|
glukosa
|
β(1→4)
|
|
|
glukosa
|
glukosa
|
α(1→4)
|
|
|
glukosa
|
glukosa
|
α(1→1)α
|
|
|
glukosa
|
glukosa
|
β(1→4)
|
Maltosa merupakan hasil hidrolisis dari polisakarida tepung,
sedangkan selobiosa dari polisakarida selulosa.
Disakarida yang kurang umum dikenal
antara lain:
|
Disakarida
|
Gugus
|
Ikatan
|
|
α(1→3)
|
||
|
α(1→6)
|
||
|
β,β-Trehalosa
|
β(1→1)β
|
|
|
α,β-Trehalosa
|
||
|
β(1→2)
|
||
|
β(1→3)
|
||
|
β(1→6)
|
||
|
α(1→3)
|
||
|
α(1→4)
|
||
|
α(1→6)
|
||
|
β(1→6)
|
||
|
bisa α(1→2), α(1→3), α(1→4), atau α(1→6)
|
||
|
α(1→6)
|
||
|
α(1→6)
|
||
|
α(1→6)
|
||
|
β(1→6)
|
||
|
β(1→4)
|
Polisakarida
Polisakarida adalah polimer yang tersusun dari ratusan hingga ribuan
satuan monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan glikosidik. Polisakarida adalah karbohidrat, sehingga tersusun hanya dari atom karbon(C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Contoh polisakarida adalah pati, glikogen,agarosa, dan selulosa. Beberapa polisakarida kompleks dapat juga
memiliki atom tambahan misalnya nitrogen, seperti pektin, kitin, dan lignin.
Polisakarida mencakup senyawa yang paling sering
ditemukan di bumi(selulosa) dan memasok energi dan aktivitas bagi kehidupan di dalamnya.
tepung kentang adalah contoh pati
Polisakarida
adalah makromolekul, polimernya dihubungkan dengan ikatan glikosidik. Beberapa
polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan yang nantinya
diperlukan sebagai dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel. Polisakarida
lain berfungsi sebagai materi pembangun (penyusun) untuk struktur yang
melindungi sel atau keseluruhan organisme.
Dalam setiap
gram karbohidrat yang terpakai oleh jaringan akan menghasilkan 4,1 kalori.
Karbohidrat dapat disimpan dalam tubuh, yaitu dalam hati, otot, dan sebagian
kecil dalam darah. Apabila dalam makanan kita kekurangan karbohidrat maka darah
akan bersifat asam atau acidosis.
Jenis dan penamaan
Polisakarida memiliki ukuran molekul yang besar
sehingga mudah sekali ditemukan variasi-variasi di dalamnya. Variasi ini sering
dapat dilihat perbedaannya melalui sifat-sifat fisiknya.
Menurut strukturnya, dikenal polisakarida lurus
dan bercabang. Semakin banyak cabang yang dimiliki suatu molekul membuat
polisakarida tersebut cenderung lengket.
Menurut fungsinya, polisakarida dibedakan menjadi
polisakarida cadangan (storage) dan polisakarida penyusun (structural). Polisakarida cadangan berfungsi
sebagai cadangan pemasok energi (dalam bentuk gula) yang dibutuhkan sel, melalui hidrolisis enzimatik. Polisakarida penyusun adalah bahan
penyusun sel atau jaringan. Polisakarida penyusun biasanya sukar diurai secara
biologis dan memerlukan asam kuat untuk memecahkan ikatan molekulnya.
Sebaliknya, polisakarida cadangan mudah diurai secara biologis.
Polisakarida biasa diberi nama berdasarkan monomer
penyusunnya. Polisakarida yang tersusun dari glukosa dinamakanglukan, sedangkan dari mannosa dinamakan mannan.
|
Kelompok
polisakarida menurut monomer
|
|||
|
Monomer
|
Polisakarida
|
Ikatan
kimia
|
Contoh
|
|
Arabinoxilan,
Arabinoglukan
|
?
|
||
|
Fruktan
|
1,4-glikosidik
|
||
|
Galaktan
|
?
|
||
|
Glukan
|
1,4-glikosidik;
1,6-glikosidik
|
||
|
Mannosa
|
Mannan
|
?
|
|
|
Xilan
|
?
|
||
Polisakarida cadangan
1. Pati
Pati adalah polisakarida cadangan dalam tumbuhan. Monomer-monomer glukosa penyusunnya dihubungkan dengan ikatan alfa 1-4. Bentuk pati yang paling sederhana
adalah amilosa, yang hanya memiliki rantai lurus.] Bentuk pati yang lebih kompleks adalah amilopektin yang merupakan polimer bercabang dengan
ikatanalfa 1-6 pada titik percabangan.
2. Glikogen
Glikogen adalah polisakarida simpanan dalam tubuh hewan. Struktur
glikogen mirip dengan amilopektin, namun memiliki lebih banyak percabangan. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen pada sel hatidan sel otot. Glikogen
dalam sel akan dihidrolisis bila terjadi peningkatan permintaan gula dalam
tubuh. Hanya saja, energi yang dihasilkan tidak seberapa sehingga
tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi dalam jangka lama.
3. Dekstran
Dekstran adalah polisakarida pada bakteri dan khamir yang terdiri atas poli-D-hlukosa rantai
alfa 1-6, yang memiliki cabangalfa 1-3 dan beberapa memiliki cabnga alfa 1-2 atau alfa 1-4. Plak di permukaan gigi yang disebabkan oleh bakteri diketahui
kayak akan dekstran. Dekstran
juga telah diproduksi secara kimia menghasilkan dekstransintetis.
Polisakarida Struktural
1. Selulosa
Selulosa adalah komponen utama penyusun dinding sel tumbuhan. Selulosa
adalah senyawa paling berlimpah di bumi, yaitu diproduksi hampir 100 miliar ton per tahun. Ikatan glikosidik selulosa berbeda
dengan pati yaitu monomer selulosa seluruhnya terdapat dalam konfigurasi beta.
2. Kitin
Kitin adalah karbohidrat penyusun eksoskeleton artropoda (serangga, laba-laba, krustase). Kitin terdiri atas monomer
glukosa dengan cabang yang mengandung nitrogen. Kitin murni menyerupai kulit, namun
akan mengeras ketika dilapisi dengan kalsium karbonat. Kitin juga ditemukan
pada dinding sel cendawan. Kitin
telah digunakan untuk membuat benang operasi yang kuat dan fleksibel dan akan
terurai setelah luka atau sayatan sembuh.
3. Pektin
Pektin merupakan karbohidrat kompleks (rumit) yang tegolong sebagai
heteropolisakarida. Pektin paling banyak terkandung dalam dinding sel primer
tumbuhan terestrial. Pektin mempunyai jenis ikatan 1,4 residu asam
α-D-galaktosiluronis.
PERMASALAHAN :
1. Berdasarkan kelarutannya dalam air, manakah
yang lebih larut dalam air disakarida atau polisakarida ?
2.
Berikan
dan jelaskan contoh produk yang mengandung jenis - jenis disakarida dalam
kehidupan sehari hari !
3.
apakah
peran dari setiap jenis polisakarida dalam kehidupan sehari hari?
4.
Apakah
peran polisakarida dalam Kesehatan Manusia ?





Assalamualaikum wr,wb. Saya MAYA RIZKITA (A1C116028) akan menjawab pertanyaan keempat (4),
BalasHapusPati
Polisakarida penyimpanan ini terdiri dari beberapa ratus molekul glukosa, dan terutama digunakan oleh hewan sebagai penyimpanan energi jangka pendek. Molekul-molekul glukosa dihubungkan oleh ikatan glikosidik. Mereka larut dalam air, tetapi mudah dipecah oleh sistem pencernaan hewan. Sumber makanan yang paling umum untuk polisakarida ini adalah jagung, kentang, roti, beras, dll, dan mereka membentuk sekitar sepertiga dari diet rata-rata orang itu.
Glikogen
Polisakarida penyimpanan lain yang dibuat terutama oleh glukosa adalah glikogen digunakan sebagai sumber energi dengan berbagai bentuk kehidupan tumbuhan dan hewan. Glikogen disimpan dalam hati sebagai cadangan energi, dan diubah menjadi glukosa ketika diperlukan. Serupa dengan pati, molekul glukosa dalam glikogen juga dihubungkan dengan ikatan glikosidik ‘α’.
Arabinoksilan
Polisakarida ini sebagian besar ditemukan di dinding sel primer dan sekunder tanaman, dan dibentuk oleh kombinasi arabinosa dan xilosa. Molekul-molekul ini terutama melayani peran struktural dalam tanaman. Mereka juga mengandung asam ferulat dan fenolik yang melindungi terhadap infeksi jamur. Dalam diet manusia, mereka terkait dengan fungsi antioksidan dalam tubuh.
Selulosa
Polisakarida struktural ini adalah senyawa molekul organik yang paling umum ditemukan di Bumi, karena membentuk dinding sel di sebagian besar tanaman, memberi mereka struktur dan bentuk. Molekul-molekul organik dapat paling sering ditemukan pada kapas, kayu, dan kertas. Molekul-molekul glukosa dalam selulosa terikat oleh ikatan glikosidik ‘β’, yang berbeda dengan memiliki ikatan hidrogen lebih antara setiap unit glukosa. Hal ini membuat ikatan jauh lebih kuat dibandingkan dengan glikogen atau pati, hal ini menjelaskan mengapa kayu merupakan bahan yang kuat. Selulosa juga bertindak sebagai sumber serat makanan dalam tubuh kita, dan membantu menjaga proses pencernaan. Hal ini ditemukan biasanya dalam segala macam buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
Pektin
Hal ini terutama ditemukan dalam barang-barang seperti gandum, kacang tanah, kacang-kacangan, apel, dll, dan di bagian non-kayu dari semua tanaman. Pektin membentuk seperti gel, sumber serat larut, dan membantu meningkatkan durasi berapa lama setiap makanan tetap di perut, membantu seseorang untuk merasa kenyang untuk jangka waktu yang lama. Molekul-molekul ini juga digunakan untuk mensintesis gliserol, asam lemak, dan asam amino. Hal ini digunakan dalam industri pengolahan makanan sebagai agen pembentuk gel, agen penebalan, dan sebagai stabilisator.Semoga bermanfaat.
Saya akan menjawab pertanyaan kedua maltosa dalam kehidupan biasanya dikonsumsi dengan sebuah roti. Laktosa terdapat dalam susu sapi dan asi. Sukrosa banyak ditemukan dalam gula tebu. Selobiosa hanya bisa dikonsumsi oleh hewan memamah biak seperti sapi yang ia ambil dengan memakan rumput (selulosa). Sapi punya bakteri didalam ususnya yang memiliki enzim yang dapat memecah ikatan β pada selobiosa.
BalasHapusSaya Dara Juliana (A1C116026) akan menjawab pertanyaan nomor 3 yaitu apakah peran dari setiap jenis polisakarida dalam kehidupan sehari hari? Jawabannya ;
BalasHapusPati
Polisakarida penyimpanan ini terdiri dari beberapa ratus molekul glukosa, dan terutama digunakan oleh hewan sebagai penyimpanan energi jangka pendek. polisakarida ini adalah jagung, kentang, roti, beras, dll, dan mereka membentuk sekitar sepertiga dari diet rata-rata orang itu.
Glikogen
Polisakarida penyimpanan lain yang dibuat terutama oleh glukosa adalah glikogen digunakan sebagai sumber energi dengan berbagai bentuk kehidupan tumbuhan dan hewan.
Arabinoksilan
Polisakarida ini sebagian besar ditemukan di dinding sel primer dan sekunder tanaman, dan dibentuk oleh kombinasi arabinosa dan xilosa. Dalam diet manusia, mereka terkait dengan fungsi antioksidan dalam tubuh.
Selulosa
Polisakarida struktural ini adalah senyawa molekul organik yang paling umum ditemukan di Bumi, karena membentuk dinding sel di sebagian besar tanaman, memberi mereka struktur dan bentuk. Molekul-molekul organik dapat paling sering ditemukan pada kapas, kayu, dan kertas.ditemukan juga biasanya dalam segala macam buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
Pektin
Hal ini terutama ditemukan dalam barang-barang seperti gandum, kacang tanah, kacang-kacangan, apel, dll, dan di bagian non-kayu dari semua tanaman.
Saya akan menjawab pertanyaan pertama yaitu Berdasarkan kelarutannya dalam air, manakah yang lebih larut dalam air disakarida atau polisakarida
BalasHapusDisakarida : senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yang sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. Sama hal nya dengan monosakarida, disakarida juga larut dalam air.
Polisakarida : senyawa yang terdiri dari gabungan molekul- molekul monosakarida yang banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Polisakarida merupakan jenis karbohidrat yang terdiri dari lebih 6 monosakarida dengan rantai lurus/cabang. Semua polisakarida sukar larut dalam air.