Jumat, 09 Februari 2018

Presentasi : Contoh Mekanisme Reaksi Substitusi Nukleofilik Alkil Halida


CONTOH MEKANISME REAKSI SUBSTITUSI NUKLEOFILIK ALKIL HALIDA


Contoh Mekanisme Reaksi SN2
Reaksi SN2 adalah suatu jenis mekanisme reaksi substitusi nukleofilik dalam kimia organik. Dalam mekanisme ini, salah satu ikatan terputus dan satu ikatan lainnya terbentuk secara bersamaan, dengan kata lain, dalam satu tahapan reaksi. Karena dua spesi yang bereaksi terlibat dalam suatu tahapan yang lambat (tahap penentu laju reaksi), hal ini mengarah pada nama substitusi nukleofilik (bi-molekular) atau SN2, jenis mekanisme utama lainnya adalah SN1.

Mekanisme reaksi

Reaksi SN2 sering kali terjadi pada pusat karbon sp3 alifatik dengan suatu gugus pergi yang bersifat stabil dan elektronegatif, menempel padanya (terkadang ditulis X), yang biasanya adalah suatu atom halida. Pemutusan ikatan C–X dan pembentukan ikatan baru (terkadang ditulis C–Y atau C–Nu) terjadi secara simultan melalui suatu keadaan transisi di mana suatu karbon yang menjadi target serangan nukleofilik adalah pentakoordinat, dan kira-kira terhibridisasi sp2.
Substitusi nukleofilik pada karbon





Penyerangan nukleofil pada karbon berlangsung 180° terhadap gugus pergi, karena hal tersebut menyediakan tumpang-tindih terbaik antara pasangan elektron sunyi pada nukleofil dan orbital anti-ikatan C–X σ*. Gugus pergi kemudian mendorong pada sisi berlawanan dan produk terbentuk melalui inversi pada geometri tetrahedral pada atom pusat.
Jika substrat yang menjadi target serangan nukleofilik besifat kiral, reaksi ini terkadang mengarah pada konfigurasi (stereokimia), yang disebut sebagai inversi Walden.
Mekanisme reaksi SN2 hanya terjadi pada alkil halida primer dan sekunder. Nukleofil yang menyerang adalah jenis nukleofil kuat seperti -OH, -CN, CH3O-. Serangan dilakukan dari belakang. Untuk lebih jelas, perhatikan contoh reaksi mekanisme SN2 bromoetana dengan ion hidroksida berikut ini


Penyerangan pada SN2 dapat terjadi jika rute sisi belakang penyerangan tidak terdapat halangan sterik oleh substituen atau substrat. Karenanya, mekanisme ini biasanya terjadi pada suatu pusat karbon primer yang tak terhalang. Jika terdapat halangan sterik pada substrat dekat gugus pergi, seperti pada pusat karbon tersier, substitusi yang terjadi lebih disukai mengikuti mekanisme SN1 dibandingkan SN2, (SN1 dapat pula disukai bila zat antara karbokation yang stabil dapat terbentuk).

Contoh Mekanisme Reaksi SN1
Reaksi SN1
Mekanisme umum dalam reaksi SN1
Reaksi SN1 adalah sebuah reaksi substitusi dalamkimia organik. SN1 adalah singkatan dari substitusi nukleofilik dan "1" memiliki arti bahwa tahap penentu laju reaksi ini adalah reaksi molekul tunggal. Reaksi ini melibatkan sebuah zat antara karbokation dan umumnya terjadi pada reaksi alkil halida sekunder ataupun tersier, atau dalam keadaan asam yang kuat, alkohol sekunder dan tersier. Dengan alkil halida primer, reaksi alternatif SN2 terjadi. Dalam kimia anorganik, SN1 dirujuk sebagai mekanisme disosiatifmekanisme reaksi ini pertama kali diajukan oleh Christopher Ingold, dkk. pada tahun 1940.

Mekanisme reaksi

Mekanisme reaksi SN1 hanya terjadi pada alkil halida tersier. Nukleofil yang dapat menyerang adalah nukleofil basa sangat lemah seperti H2O, CH3CH2OH. Pada reaksi SN1 terdiri dari 3 tahap reaksi. Sebagai contoh adalah reaksi antara t -butil bromida dengan air.

Tahap 1

Tahap 2

Tahap 3

Kinetika

Berbeda dengan reaksi SN2, reaksi SN1 berjalan melalui dua tahap (tidak meliputi protonasi atau deprotonasi). Tahap penentu laju reaksi ada pada tahap pertama, oleh karena itu laju reaksi dari keseluruhan reaksi secara umum sama dengan laju pembentukan karbokation dan tidak melibatkan konsentrasi nukleofil. Oleh karena itu kenukleofilikan tidak menjadi faktor kelajuan reaksi dan laju keseluruhan reaksi hanya bergantung pada konsentarsi pereaksi.
Laju reaksi = k [pereaksi]

Permasalahan :
1.      Jelaskan alasan mengapa Mekanisme reaksi pada SN2 hanya terjadi pada alkil halida primer dan sekunder?
2.      Pada mekanisme reaksi SN1 diatas dijelaskan bahwa Nukleofil yang dapat menyerang adalah nukleofil basa sangat lemah, mengapa demikian?
3.     Apa yang menyebabkan pada reaksi SN2 Jika substrat yang menjadi target serangan nukleofilik besifat kiral?


3 komentar:

  1. Disini saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1. Dimana mengapa reaksi SN2 hanya terjadi pada Alkil halida primer dan sekunder. Dalam hal ini jika dilihat dari efek tolakan nya, maka alkil halida primer < sekunder ( efek sterik nya ) hal ini akan mempermudah nukleofil untuk menyerang atom C yang mengikat Halida ( gugus pergi ) dari arah yang berlawanan ( selagi masih ada celah kosong, tangan atom C belum mengikat 4 atom lain ). Sedangkan jika menyerang Alkil halida tersier, maka membutuhkan energi yang lebih besar lagi, karena efek steriknya besar. Untuk Mekanisme SN2 sendiri nukleofil yang menyerang yaitu basa kuat. Sedangkan untuk SN1 nukleofilnya adalah basa lemah.

    BalasHapus
  2. saya akan menjawab no.2
    Reaksi substitusi nukleofl senyawa alifatik biasanya terjadi pada senyawa alkil halida (R-X). Atom karbon yang mengikat halida pada alkil halida ini,mempunyai muatan parsial positif, sehingga mudah diserang oleh nukleofil. Jika gugus perginya adalah ion halida, maka gugus ini merupakan gugus pergi yang baik karena ion-ion halidanya merupakan basa yang sangat lemah dan mudah digantikan oleh nukleofil

    BalasHapus
  3. Jawaban permasalahan no. 3 : Jika substrat yang merupakan target penyerangan nukleofil bersifat kiral, reaksi akan mengarah pada inversi stereokimia yang disebut sebagai inversi Walden.

    Sebagai contoh mekanisme reaksi ini adalah pada reaksi kloroetana dengan ion bromida

    BalasHapus

Presentasi : Pembentukan Struktur Sekunder dan Tersier Pada Protein

Pembentukan Struktur Sekunder dan Tersier Pada Protein Protein adalah makromolekul yang paling banyak ditemukan di dalam sel makhluk...